Pengujian Konsistensi (FAS)

Pengujian konsintensi normal dengan flow table sesuai ASTM C-305-82 yang digunakan untuk menentukan jumlah air yang optimum agar menghasilkan mortar yang mudah dikerjakan. Jumlah air yang digunakan untuk campuran mortar erat sekali hubungannya dengan sifat kemudahan dan kemudahan untuk dikerjakan. Karena konsistensi/kelecakan mortar tergantung dari kadar air yang terkandung dalam mortar itu sendiri. Mortar dengan bahan dan campuran yang berbeda akan membutuhkan jumlah air yang berlainan untuk mencapai sifat kelecakan (konsistensi normal). Untuk mengetahui jumlah air yang dibutuhkan untuk mencapai konsistensi normal dalam suatu mortar, perlu dilakukan suatu pengujian.

Di dalam laboratorium, pengujian konsistensi / kelecakan ini biasanya diukur dengan suatu alat tertentu yang sering disebut dengan flow table, dimana mortar itu harus memiliki derajat kecairan (flow) yang tertentu. Alat yang dipakai berupa suatu plat datar dari logam, yang dapat diangkat dan dijatuhkan bebas setinggi kurang lebih ½ inchi, sebanyak 25 kali dalam waktu 15 detik. Diameter mortar sebelum dan sesudah plat tadi dijatuhkan 25 kali diukur kembali. Mortar yang sifat lecaknya baik, perlu memilki derajat kecairan (flow) antara 105%-115%. Di dalam praktek, biasanya flow dari mortar yang dipakai berkisar antara 120%-130%.

1. Peralatan dan bahan:

a.       Alat – alat yang digunakan :

  • Mesin pengaduk mortar
  • Timbangan dengan ketelitian 1 gram
  • Gelas ukur
  • Peralatan flow table lengkap dengan jangka sorong
  • Stopwatch
  • Cawan
  • Sendok aduk
  • Spatula
  • Sarung tangan

b.      Bahan yang digunakan :

  • Semen
  • Agregat halus
  • Air

1. Prosedur Pengujian

a.       Pembuatan Mortar

  • Membuat total berat campuran.
  • Menakar air dengan cara coba – coba.
  • Letakkan mangkuk pengaduk dan pengaduk pada posisinya dalam mesin pengaduk.
  • Masukkan semua air pengaduk ke dalam mangkuk pengaduk.
  • Tambahkan semen ke dalam mangkuk pengaduk.
  • Jalankan pengaduk pada kecepatan rendah (140±5 rpm) selama 30 detik.
  • Tanpa mematikan mesin masukkan agregat halus perlahan-lahan masing – masing selama 30 detik. Hentikan mesin pengaduk lalu pindah kekecepatan sedang (285±5 rpm) dan jalankan selama 30 detik.
  • Hentikan mesin pengaduk biarkan mortar dalam mangkuk pengaduk selama 90 detik. Bersihkan mortar yang menempel pada dinding mangkuk.
  • Aduk kembali mortar dengan kecepatan sedang selama 60 detik. Mortar yang menempel pada dinding mangkuk di dorong ke bawah.

b.         Penentuan Konsistensi

  • Persiapkan flow table, cetakan, penumbuk, stopwatch, dan jangka sorong.
  • Segera setelah selesai pengadukan, mortar diisikan ke dalam cetakan dalam 2 lapis. Tiap lapis ditumbuk 20 kali. Ratakan permukaan mortar sama dengan permukaan cetakan.
  • Cetakan diangkat tegak lurus secara perlahan-lahan.
  • Gerakkan flow table dengan cara memutar tuas penggerak sehingga terjadi ketukan 25 kali dalam waktu 15 detik. Karena ketukan ini mortar akan melebar pada permukaan flow table.
  • Ukur pelebaran mortar dengan jangka sorong pada tempat-tempat yang telah ditentukan pada flow table.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s