Diamku

Bukan aku marah akanmu, bukannya kau punya salah padaku, tidak ada yang salah denganmu . Entah kenapa ketika ku bertemu denganmu, ku begitu malu yang membuatku tak bisa mengeluarkan kata. Entah apa yang mengganjalku lidahku, entah apa yang mengikat tangan dan kakiku ini. Seperti kehilangan tenaga ketika bertemu denganmu, seakan energi di dunia ini terhisap semua ke arahmu. Ku hanya bisa memandangmu atau hanya berusaha tersenyum padamu. Yang terucap dari mulutku terasa salah, terasa perbuatanku salah semua. Entah kenapa ini hanya terjadi ketika ku bertemu denganmu, kenapa lidahku menjadi terbebas jika tidak bersamamu. Ingin ku bercanda ria denganmu, bersenda gurau, membicarakan apa saja yang tidak penting dimuka bumi ini. Ingin rasanya…. aku kan berusaha untuk menghancurkan borgol dilidahku ini, akan kuhancurkan borgol di tangan dan kakiku ini. Ku ingin selalu menjadi teman terdekatmu, ku ingin menjadi tempatmu untuk mencurahkan segala gundahmu, ku ingin menjadi tempat menangismu, ku ingin menjadi tempatmu untuk mengadu….. maafkan aku atas diamku ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s