Seseorang yang hanya berangan – angan tanpa pernah berbuat

Pernahkah melihat atau menemui seseorang yang hanya berangan – angan tapi tidak pernah berani melakukannya, dia hanya bicara tentang sesuatu yang akan diperbuat tapi tidak pernah sekalipun dia melakukannya. Terkadang kita hanya menganggap seseorang seperti ini hanya orang yang bermulut besar tidak ada bukti.

Itulah si gray, dia hidup hanya penuh dengan angan – angan tapi tidak pernah melakukan apa yang dia impikan itu. Karena perbuatannya ini dia sudah membuat istrinya pergi dan beberapa anaknya juga, kini dia hanya tinggal dengan seorang anak pria yang bersamanya. Mungkin hanya tinggal menunggu waktu untuk anak yang bersamanya untuk pergi juga untuk meninggalkannya.

Secara basic pendidikan sih dia memang hanya lulusan smea, tapi seharusnya itu sudah cukup untuk membuat seseorang untuk maju. Gimana tidak, jika kita melihat contoh orang – orang sukses, banyak diantara mereka itu yang tidak pernah mencicipi pendidikan sampai situ. Hanya sampai SD atau malah tidak pernah belajar sama sekali tapi mereka berhasil, ambil contoh Nabi muhammad, beliau tidak pernah belajar bahkan buta hurup tapi coba lihat keberhasilannya. Lalu coba contoh lainnya, Albert Einstein, dia cuma sekolah SD tapi coba lihat apa yang telah dia perbuat, dia sudah menjadi ilmuwan yang terkenal sepanjang masa. Jadi secara mendasar pendidikan seseorang itu bukan hal yang mendasar kesuksesan seseorang tapi pada gaya berpikirnya. Jika dia berpikir tidak dapat sukses maka dia tidak akan pernah sukses, bayangkan saja bagaimana dia bisa sukses jika untuk berpikir bisa sukses aja tidak pernah dilakukannya, dan bagaimana mungkin orang disekitarnya akan percaya kepadanya jika dia tidak mempunyai kepercayaan terhadap kemampuan dirinya sendiri.

Dan seorang istri dan anak membutuhkan seorang suami atau bapak yang dapat di banggakan atau di idolakan yang juga akan menjadi contoh untuk anak – anaknya. Mungkin anda bertanya, kok apa hubungannya dengan hanya dengan hanya orang yang berangan – angan dan tidak melakukannya sampai harus ditinggalkan oleh istrinya.

Pertama dia menjadi tidak bekerja, dan ketika akan berusaha (berwirausaha) dia hanya akan berangan – angan menjadi sesuatu yang dari dia lihat (yg dikiranya dienak), tapi tidak pernah acap kali dia melakukannya, dia hanya berbicara jika punya usaha seperti ini bagus tapi selalu ada saja alasan yang membuat dia tidak jadi melakukannya.

Alasannya ada saja, pertama dia akan bilang tidak punya modal. Tapi jika alasannya tidak punya modal, saya rasa tidak mungkin, dia punya banyak tanah yang bisa dia jual untuk sebagai modal usaha. Kemudian dia akan beralasan tidak mampu mengerjakannya, lalu ketika anaknya menawarkan diri untuk membantunya atau menggantikannya. Dia akan bilang kalau anaknya itu pasti akan butuh teman untuk mengerjakannya.

bersambung deh ya ceritanya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s